Pengabdian

Rektor USM Berikan Caping Warga Sragen Sebagai Simbol Masyarakat Makmur

SRAGEN- Rektor Universitas Semarang (USM) Dr Supari MT memberikan caping gunung kepada warga Desa Plumbon Sambung Macan Sragen di sela-sela pengajian akbar dalam acara “Haflah Akhirossanah Wal Ikhtitam” Pondok Pesantren Bachrul Ulum pada Sabtu malam, 18 Maret 2023.

Pemberian caping secara simbolis kepada 15 warga dimaksudkan agar warga Desa Plumbon Sambung Macan Sragen diberikan sandang pangan murah karena ini bagian dari tanda kemakmuran masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh KH Muhammad Budi Harjono saat memberikan mauidhotul hasanah pada pengajian akbar tersebut dihadapan santri, wali santri, kiai, ustadz, pejabat pemerintah dan masyarakat serta tamu undangan

Pengasuh Pomdok Pesantren Al Islah Meteseh Semarang ini berharap masyarakat bisa menjadi orang tua yang baik dan memberikan teladan kepada putra putrinya.

“Rektor USM Bapak Dr Supari saya minta memberikan secara simbolis caping gunung ini karena beliau asli penduduk desa ini dan menjadi Rektor di USM Semarang. Semoga dengan hadirnya beliau menginspirasi warga masyarakat Plombon Sambung Macan Sragen,” ungkap KH Muhammad Budi Harjono.

Pengasuh Pondok Pesantren Bachrul Kyai Muhammad Syakirulloh kepada para santri yang sudah khatam Alqur’an baik yang bin nadhor maupun bil ghoib mendapatkan keberkahan Alqur’an dan berakhlaqul karimah serta menjadi putra putri yang sholeh sholehah.

“Kami selaku pengasuh pondok pesantren berharap para santri yang mengikuti kegiatan haflah akhirossanah bisa menjadi putra putri yang sholeh sholehah, berbakti pada agama, orang tua maupun negara,” ungkap Kyai Muhammad Syakirulloh.

Sementara Rektor USM Dr Supari MT mengatakan bahwa acara pengajian di Pomdok Bchrul Ulum mini juga disiarkan langsung USMTV dan bisa ditonton masyarakat Jawa Tengah.

“Hadirnya kami rombongan dari USM ini membawa tim media USM TV agar kegiatan haflah ini bisa menjadi syiar  karena banyak putra putri yang sudah hafal Alqur’an tampil di acara ini dan bisa memberikan semangat bagi orang tua dalam mendidik dan menitipkan putra putrinya di pondok pesantren,” ungkap Dr Supari.

To Top